Unpad Peroleh Dana Inovasi Industri dari Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti

[Unpad.ac.id, 21/03/2017] Universitas Padjadjaran menjadi salah satu penerima dana inovasi industri dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Penelitian yang akan dilakukan Unpad yaitu di Bidang Fokus Kesehatan dan Obat, dengan judul “Pemantapan Proses Produksi dan Uji Klinis Senyawa Gadolinium Dietilentriaminpentaasetat-Folat sebagai Targeted Magnetic Resonance Imaging Contrast Agent untuk Diagnosis Dini dan Diagnosis Penyakit Kanker Positip Reseptor Folat”.

Tim Universitas Padjadjaran saat penandatanganan Kerja Sama Pendanaan Inovasi dari Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (20/03).

Tim Universitas Padjadjaran saat penandatanganan Kerja Sama Pendanaan Inovasi dari Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (20/03).

Perjanjian Kerja Sama terkait hal tersebut telah ditandatangani secara serentak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dengan sejumlah penerima pendanaan inovasi industri yang berasal dari pihak industri, lembaga penelitian dan pengembangan, serta perguruan tinggi dimana Unpad menjadi salah satunya. Penandatanganan dilakukan di di Istana Ballroom Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (20/03) kemarin. Dalam perjanjian kerja sama tersebut, sebanyak 53 judul penelitian akan dilakukan di berbagai bidang fokus.

Dari Unpad, penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Riset, Pengabdian pada Masyarakat dan Inovasi, Rizky Abdulah S.Si., Apt., Ph.D.  Dengan adanya pendanaan penelitian ini, diharapkan Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum dapat mendorong percepatan hilirisasi produk-produk karya anak bangsa untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Penelitian Unpad tersebut merupakan salah satu bagian dari penelitian konsorsium ABG (Academic, Business and Government)  antara Universitas Padjadjaran, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Badan Tenaga Nuklir Nasional, dan PT. Kimia Farma, Tbk. Dari Unpad sendiri, tim peneliti berasal  dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan IPA serta Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran. Penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Husein H. Bahti, dengan dan tim peneliti Prof. Dr. R. Ukun, M.S.Soedjanaatmadja, Dr. Abdul Mutalib, Dr. Anni Anggraeni, dan Retna Putri Fauzia, M.Si dari Departemen Kimia FMIPA, serta Prof. Dr. Ristaniah dan Iyus Maolana, dr., Sp.Rad dari Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran.

Tahun 2017 merupakan tahun kedua dari tiga tahun rencana penelitian tersebut. Tahun ini, diperoleh dana sebesar Rp 1,4 M dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dengan output utama adalah Protokol untuk validasi produksi bahan baku dan larutan injeksi senyawa pengontras MRI terarah Gd-DTPA-Folat serta Persiapan Uji Klinis tahap Pertama (10-20 Pasien) yang akan bekerja sama dengan RSUP Dr. Hasan Sadikin sebagai tempat dilakukannya uji klinis. Pemberian ijin edar dan ijin produksi diharapkan bisa dilakukan oleh Badan POM pada tahun 2019 dengan difasilitasi oleh PT. Kimia Farma, Tbk. sebagai industri yang terlibat setelah semua rangkaian uji klinis telah selesai dilakukan.*

Rilis / art

The post Unpad Peroleh Dana Inovasi Industri dari Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti appeared first on Universitas Padjadjaran.