Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Rabu (10-12-2014) di tengah kegelapan informasi tentang negara yang berada di Utara dunia ini, Prodi Bahasa dan Sastra Rusia menggelar Seminar Nasional “Kerja Sama Rusia-Indonesia dan Prospeknya untuk Indonesia”. Seminar yang terselenggara atas kerja sama Prodi Bahasa dan Sastra Rusia dengan Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia berlangsung di Aula PSBJ FIB Unpad.

Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Suasana Seminar: Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Sebelum kegiatan seminar dimulai Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin Zakaria, M.Hum. dalam sambutannya menyatakan bahwa FIB sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut dan selain itu FIB juga mengharapkan adanya masukan dari steakholder (salah satunya Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia) sebagai pengguna lulusan untuk memberi masukan bagi kurikulum yang akan diajarkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Prodi. Bahasa dan Sastra Rusia. Semantara Wakil Rektor III Dr. med. Setiawan mengungkapkan agar kegiatan ini tidak berakhir hanya pada tataran seminar tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama lainnya sehingga FIB yang sering berkegiatan Out of The Box bisa lebih maju lagi.

Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin Zakaria, M.Hum saat menyampaikan sambutan

Harapan dari Warek III Unpad langsung mendapat respon positif dari Plt. Direktur Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Ibnu Hadi yang menyatakan bahawa pihaknya senantiasa berkomunikasi dengan pihak Rusia untuk bisa menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia . Selain itu pihaknya juga bersedia menjadi jembatan penghubung antara Unpad dengan universitas-universitas yang ada di Rusia khusnya dan Eropa Tengah dan Timur pada umumnya. Jembatan penghubung ini sangat penting mengingat jika pihak Indonesia ingin menjajaki kerja sama dengan Rusia biaya yang harus dikeluarkan cukup besar karena jauhnya jarak antara Indonesia dan Rusia. Selain menyampaikan sambutan Ibnu Hadi juga memaparkan informasi terkini hubungan Indonesia Rusia.

Memasuki sesi seminar para narasumber yang pandu oleh Ladinata M.A. (Dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Rusia) memaparkan materinya di hadapan lebih dari 300 orang peserta dari berbagai fakultas dan universitas di Bandung Raya. Andaru Dhaniswara memaparkan materi mengenai kerjasama Indonesia – Kawasan Eropa Tengah dan Timur dan Prospeknya bagi Indonesia. Dalam paparannya Andaru mengungkapkan bahwa negara-negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur merupakan pasar potensial bagi Indonesia.

Selain itu keunggulan-keunggulan dalam bidang olah raga dan pendidikan juga dapat menjadi lahan kerja sama untuk memajukan Indonesia. Pembicara kedua Enjay Diana memaparkan tentang kerja sama Indonesia – Rusia dan prospeknya bagi indonesia yang di antaranya mengungkap bahwa Indonesia sudah dikenal sejak dulu oleh bangsa Rusia salah satunya dengan adanya seorang antropolog Rusia Nicholai Miklukho-Maklai yang melakukan penelitian di Papua. Pembicara yang sebelas tahun tinggal di Rusia ini juga mejelaskan bagaimana eratnya hubungan Indonesia dan Rusia pada masa Orde Lama, Orde baru, dan Reformasi melalui sebuah tayangan video.

Rusia Sahabat Lama di Era Baru

Namun Enjay juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Rusia saat ini jumlahnya kurang dari 300 orang dan jauh menurun bila dibandingkan 37 tahun lalu. Hal ini salah satunya disebabkan dari kurang intensnya hubungan antara Indonesia dan Rusia pada masa Orde baru. Semantara pembicara terakhir M. Aji Surya fakta-fakta dalam paparannya membuat peserta seminar terhenyak. Rusia yang selama ini dicitrakan sebagai negara komunis ternyata memiliki jumlah penduduk muslim yang cukup banyak. Melalui makalahnya yang berjudul kerja sama Rusia – Indonesia dari perspektif religi Aji berhipotesis di tahun 2050 jumlah penduduk beragama muslim di Rusia akan mencapai separuh dari warga Rusia. Menariknya paparan dari narasumber menyebabkan tingginya apresiasi dari para peserta di antaranya melaui berbagai pertanyaan yang mereka ajukan. Namun karena terbatasnya waktu moderator harus menutup seminar nasional tersebut pada pukul 13.00. WIB. (rat/JHS)