Prof. Peter Agre, “Tanggung Jawab Ilmuwan Adalah Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”

[Unpad.ac.id, 22/03/2017] Tanggung jawab seorang ilmuwan bukan hanya terletak pada penemuan dari segala penelitian, tetapi juga bagaimana temuan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran meningkatkan kesejahteraan merupakan tanggung jawab terbesar seorang ilmuwan kepada masyarakat.

Prof. Dr. Peter Agre, peraih Nobel Laureates bidang Kimia tahun 2003, Kuliah Umum dan Dialog Publik “Opening Doors Worldwide Through Medical Science”. di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (22/03). (Foto: Tedi Yusup)*

Prof. Dr. Peter Agre, peraih Nobel Laureates bidang Kimia tahun 2003, Kuliah Umum dan Dialog Publik “Opening Doors Worldwide Through
Medical Science”. di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (22/03). (Foto: Tedi Yusup)*

Hal tersebut menjadi pedoman bagi Prof. Dr. Peter Agre, peraih Nobel Laureates bidang Kimia tahun 2003, untuk terjun melakukan penelitian terkait malaria di beberapa negara di Benua Afrika. Sejak 2008, Prof. Agre telah terlibat aktif pada penelitian tentang malaria, khususnya terkait dengan vaksin dan terapi.

Pengalaman mengentaskan virus malaria tersebut dikemukakan Prof. Agre saat mengisi Kuliah Umum dan Dialog Publik bertajuk “Opening Doors Worldwide Through Medical Science” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (22/03). Kuliah tersebut merupakan rangkaian acara The 6th ASEAN event series “Bridges – Dialogues Towards a Culture of Peace” yang digelar The International Peace Foundation.

Prof. Agre mengatakan, kolaborasi antar peneliti dibutuhkan dalam mewujudkan keberhasilan menciptakan perdamaian dunia. Upaya ini ia wujudkan melalui serangkaian penelitiannya tentang malaria di beberapa negara di Afrika, dimana kawasan ini masih menjadi kawasan tertinggi penyebaran virus malaria.

Di beberapa negara berkembang seperti, Republik Congo, Zambia, dan Zimbabwe, ia berkonsolidasi dengan beberapa peneliti lintas negara melakukan riset tentang malaria. Ia pun mendirikan beberapa pusat riset malaria dengan melibatkan masyarakat lokal. Tugas utama pusat riset itu ialah menelusuri faktor penyebaran penyakit yang banyak merenggut korban anak-anak.

“Dengan demikian, ilmuwan sangat perlu berperan dalam aspek kemanusiaan,” kata Prof. Agre.

Pada 2009, Prof. Agre terpilih menjadi president American Association for the Advancement of Sciences (AAAS). Organisasi ini kemudian melakukan diplomasi ilmu pengetahuan dan penelitian ke sejumlah negara seperti Cuba, Myanmar, Iran, dan Korea Utara.

Prof. Agre merupakan seorang Dokter dan ahli Biologi Molekuler. Ilmuwan dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan Johns Hopkins School of Medicine ini sejak 1980-an telah mempelajari satu  rantai peptidaI yang terdapat dalam sel darah merah dan ginjal.

Ia kemudian mengekspresikan sikuens peptida ini pada oosit dari Xenopus (Katakl Afrika) dan meletakkannya pada medium hipoosmotik. Hasilnya, sel oosit membesar secara cepat. Penemuan peptida tersebut dinamakan “Aquaporin” atau protein channel air yang mampu memindahkan molekul air melalui membran sel.

Penemuan Aquaporin ini kemudian mengantarnya meraih Nobel Laurete bidang Kimia pada 2003 bersama Roderick MacKinnon. Perolehan ini sekaligus membuktikan bahwa kontribusi Prof. Agre dalam bidang keilmuan dunia, khususnya dalam bidang biokimia, sangat besar. Kini Aquaporin banyak digunakan dalam perkembangan bidang ilmu pengetahuan sains dan kesehatan manusia.

humas-unpad-2017_03_22-nobel-7-tedi
humas-unpad-2017_03_22-nobel-6-tedi
humas-unpad-2017_03_22-nobel-4-tedi

Acara tersebut dihadiri langsung Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, President International Peace Foundation Uwe Morawetz, para pimpinan dan guru besar, serta para tamu undangan dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi.

Uwe Morawetz mengatakan, dalam rangkaian kegiatan ini, ada 6 tokoh Nobel yang mengisi kuliah di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Prof. Agre sendiri juga menjadi pembicara di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Udayana. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peran perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam menyelesaikan beberapa permasalahan dunia.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, kehadiran Prof. Peter Agre di Unpad diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia membenarkan, tugas seorang ilmuwan selain berkontribusi dalam peningkatan performa akademik, juga harus memberikan kontribusi bagi perkembangan bangsa.*

 

Laporan oleh Arief Maulana

The post Prof. Peter Agre, “Tanggung Jawab Ilmuwan Adalah Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” appeared first on Universitas Padjadjaran.