Pesatnya Teknologi Digital Pengaruhi Media Massa Konvensional

JATINANGOR – Media Baru (New Media) yang hadir dari pekembangan teknologi komunikasi yang makin canggih telah mempengaruhi perkembangan media konvensional atau media arus utama. Karena itu kurikulum program studi Jurnalistik pun harus berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Salah satu yang menjadi sorotan adalah etika berkomunikasi di ruang publik yang saat ini dinilai sangat memprihatinkan.

Mantan Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, Pemred NET-Tv Dede Apriadi dan Wakil Redaktur Pelaksana liputan6.com, Yus Arianto memaparkan hal itu dalam Focus Group Discussion, FGD yang diselenggarakan oleh Prodi Jurnalistik Fikom Unpad dalam rangka lokakarya kurikulum prodi tersebut.

Menurut Agus Sudibyo, perkembangan media sosial di Indonesia sangat pesat sehingga mengganggu keberadaan media massa arus utama. Bukan hanya media cetak yang mulai terganggu khalayaknya, tetapi juga media elektronik seperti televisi telah terjadi penurunan jumlah khalayaknya. Sayangnya konten media sosial acapkali tidak memperhatikan faktualitas dan keberimbangan, bahkan seringkali muncul berita bohong atau hoax.

Sekarang, sambung Agus susah membedakan mana berita, mana desas-desus, mana produk jurnalitik mana propaganda, masalah publik tumpang tindih dengan masalah privat, etika juga dilanggar. Karena itulah Pendidikan jurnalistik di Indonesia harus tegas, apakah mau pragmatis atau idealis, apakah akan menyeseuaikan diri dengan keinginan pasar atau mempertahankan standar moral intelektual?

Senada dengan Agus, Dede Apriadi sebagai pemred NET-TV merasakan bagaimana media berbasis internet mempengaruhi bisnis industri televisi.

“Sekarang ada beberapa perusahaan besar yang tidak mau beriklan di televisi, tetapi mereka memasang iklan di media baru” ujar Alumni Prodi Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 1986 ini.

Tetapi, dengan perkembangan teknologi digital ini oleh Dede bukan sekadar sebagai ancaman, tetapi dijadikan peluang untuk mengembangkan medianya, sehingga NET TV melakukan multi-flatform, dalam pengelolaan medianya sehingga bisa ditonton melalui internet. Juga mengembangkan acara NET Citizen Journalism. Menurutnya, saat ini NET memiliki sekitar 300.000 anggota jurnalis warga yang tersebar di seluruh Indonesia dan sejumlah negara yang siap berkontribusi mengirimkan informasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Hal senada dilakukan oleh SCTV yang dikenal dengan program berita Liputan 6. Sekarang acara berita televisi ini memiliki edisi on-line, yakni liputan6.com.

Baik Dede Apriadi maupun Yus Ariyanto yang juga alumni Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 1990 dan Agus Sudibyo, yang harus ditekankan kepada mahasiswa Jurnalistik adalah masalah idealisme, etika dan moralitas yang terlihat sudah luntur di kalangan jurnalis muda, selain masalah keterampilan teknis jurnalistik, khususnya tentang kreativitas. (AA)