Ini Penjelasan Apa Itu Program HITS, Kapan dan Dimana Pelaksanaannya

Program Happiness Integrity Transition Study (HITS) akan mulai diterapkan kepada mahasiswa baru Universitas Padjadjaran Program Sarjana Tahun Akademik 2016/2017. Program yang pada dasarnya merupakan implementasi dari program Tahapan Persiapan Bersama (TPB) ini akan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari 16 fakultas di Unpad.

Ini Penjelasan Apa Itu Program HITS, Kapan dan Dimana Pelaksanaannya

Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes.

Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes., mengatakan, sesuai dengan namanya, program HITS mengutamakan konsep kebahagiaan dalam proses pembelajaran. “Program ini akan diterapkan kepada mahasiswa baru di semester pertama, selama satu semester,” kata Prof. Budi saat ditemui di sela pelaksanaan registrasi administrasi calon mahasiswa baru jalur SNMPTN, Rabu (01/06).

Selama satu semester, mahasiswa baru akan mengikuti pembelajaran Mata Kuliah Umum/Bersama, Mata Kuliah Kluster, serta Mata Kuliah Prodi dengan jumlah SKS tidak lebih dari 24. Pada pelaksanaan mata kuliah bersama, mahasiswa baru dari seluruh prodi akan digabung dalam satu kelas. Setiap kelas akan diisi oleh 40 mahasiswa.

Mata kuliah bersama merupakan mata kuliah wajib negara yang diperuntukkan bagi mahasiswa di seluruh prodi, yaitu Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Dari total 6.000an mahasiswa, maka akan ada sekitar 150 kelas Mata Kuliah Bersama. Seluruh kelas ini dibagi menjadi dua waktu pelaksanaan kuliah, yaitu kelas pagi dan siang. Proses perkuliahan sendiri akan dilakukan di ruangan/kelas di seluruh fakultas yang ada di kampus Jatinangor,” papar Prof. Budi.

Sementara untuk Mata Kuliah Kluster, Prof. Budi menerangkan, mata kuliah ini merupakan irisan mata kuliah yang dipelajari di satu atau beberapa fakultas sesuai dengan rumpun keilmuannya. Mata kuliah ini terbagi menjadi empat kluster, yaitu: Agrokompleks, Saintek, Sosiohumaniora, serta Kesehatan.

Sedangkan untuk Mata Kuliah Prodi merupakan mata kuliah yang sudah ditentukan oleh setiap prodi. Prof. Budi mengatakan, untuk mata kuliah ini mahasiswa mengikuti perkuliahan yang disesuaikan dengan prodinya masing-masing.

Kembali Prof. Budi menegaskan, program HITS tidak menambah jumlah SKS, mata kuliah, maupun mengubah kurikulum yang sudah ditentukan di prodi. Program ini hanya mereposisi mata kuliah yang sudah dilaksanakan di prodi ke dalam satu semester.

“Misalkan selama ini mata kuliah umum/kluster itu dilaksanakan pada semester yang berbeda-beda di setiap prodi. Kami mereposisi untuk mata kuliah tertentu disimpan di semester satu semua. Jadi pada waktu mata kuliah prodi, mahasiswa itu berkuliah di prodinya masing-masing,” ungkapnya.

Selain mengikuti mata kuliah akademik, mahasiswa juga akan mengikuti proses perkuliahan nonakademik, seperti olahraga hingga terjun langsung ke masyarakat di sekitar Jatinangor.

“Proses pembelajaran nanti tidak hanya di kelas, tetapi ke lapangan juga,” kata Prof. Budi.

Proses pembelajaran untuk mata kuliah umum direncanakan akan digelar pada hari Senin dan Rabu. Hari Selasa dan Kamis direncanakan untuk mata kuliah prodi dan kluster. Sementara hari Jumat dan Sabtu akan digunakan untuk penguatan kompetensi nonakademik.

“HITS ini merupakan bagian kecil dari proses pembelajaran mahasiswa selama mengikuti pembelajaran di Unpad,” kata Prof. Budi.

Mengusung konsep kebahagiaan, mahasiswa akan dibuat nyaman selama mengikuti kegiatan perkuliahan. Prof. Budi menjelaskan, hal ini dilakukan agar mahasiswa baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi yang notabene berbeda dengan lingkungan sekolahan. Dengan demikian, mahasiswa akan jauh lebih siap untuk menghadapi perkuliahan di semester kedua hingga delapan.

“Cara pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi itu berbeda. Melalui HITS, mahasiswa diadaptasikan, dan betul-betul dipersiapkan. Sehingga begitu masuk full di prodi, mereka sudah siap baik secara akademik maupun nonakademik,” kata Prof. Budi.

Untuk itu, selain kemampuan akademik, pada proses pembelajaran mahasiswa juga akan diberikan kemampuan literasi informasi. Kemampuan ini menurut Prof. Budi penting dimiliki oleh setiap mahasiswa guna menunjang kegiatan perkuliahan ke depannya.

Tujuan lain dari proses adaptasi ini adalah untuk meningkatkan persentase mahasiswa lulus tepat waktu. Prof. Budi mengatakan, belum maksimalnya persentase lulus tepat waktu di Unpad salah satunya disebabkan proses adaptasi yang lama dari mahasiswa saat menempuh studi di perguruan tinggi.

“Dengan program HITS ini diharapkan dapat membangun karakter lulusan Unpad,” pungkas Prof. Budi.*

Dilaksanakan di Jatinangor
Proses perkuliahan pada program HITS akan dilakukan di kampus Jatinangor, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Prof. Budi mengatakan, FEB dan FH sendiri mulai tahun akademik 2016/2017 akan melaksanakan perkuliahan di kampus Jatinangor. Ini bertujuan untuk mewujudkan proses pembelajaran yang lebih terintegrasi.

Kampus FEB sendiri, kata Prof. Budi, akan menempati gedung baru di dekat SOR Bale Santika, sedangkan kampus FH akan menempati gedung eks Fakultas Keperawatan.

Untuk itu, seluruh mahasiswa baru selama satu semester diwajibkan tinggal di Jatinangor. Menurut Prof. Budi,asrama yang ada di kampus Jatinangor saat ini diperuntukkan untuk mahasiswa baru Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi, serta mahasiswa penerima Bidikmisi. Untuk mahasiswa lainnya bisa menempati tempat kost/asrama di sekitar Jatinangor yang telah direkomendasikan oleh Unpad.

“Rekomendasi ini dilakukan sehingga kita bisa mengontrol kualitas kost-an tersebut. Kita rencanakan untuk menyiapkan angkutan khusus untuk menjemput mahasiswa dari kost-an (yang direkomendasikan) menuju kampus,” kata Prof. Budi.*

source: unpad.ac.id