Pancasila dan UUD 1945 Jadi Benteng Keutuhan NKRI

[unpad.ac.id, 1/06/2017] Presiden RI Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga Pancasila. Presiden menilai, kondisi toleransi bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan dengan munculnya beragam pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan.

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (1/06). (Foto: Tedi Yusup)*

“Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus terus ditingkatkan,” demikian kutipan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Pidato tersebut dibacakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A., dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (1/06). Dalam upacara tersebut, Dr. Arry bertindak sebagai pembina upacara.

Ancaman radikalisme, konflik sosial, terorisme, dan perang saudara mengancam keutuhan Indonesia. Untuk itu, nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 harus menjadi benteng untuk menolak ancaman tersebut. Presiden juga mendorong nilai-nilai kerukunan dan semangat gotong royong harus kembali melandasi setiap aktivitas warga negara.

Dengan menguatkan nilai-nilai Pancasila, Indonesia akan menjadi harapan sekaligus rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang aman, adil, dan makmur di tengah kemajemukan.

Di sisi lain, komitmen pemerintah juga kuat dalam menjaga keutuhan Pancasila. Melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama masyarakat, lembaga ini berperan memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta terintegrasi dengan berbagai program pembangunan.






“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional,” tegas Presiden.

Dalam upacara tersebut juga dibacakan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila oleh Kusman Ibrahim, M.NS., PhD, selaku Dekan Fakultas Keperawatan. Bertindak sebagai pembaca UUD 1945 ialah Prof. Dr. Ajeng Diantini, M.Si., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi, serta pembaca doa oleh Dr. Iskandar, M.Si., selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Pancasila dan UUD 1945 Jadi Benteng Keutuhan NKRI appeared first on Universitas Padjadjaran.