Malam Pembukaan Festival Film Indonesia Di Kairo

whatsapp-image-2016-11-23-at-07-29-23
Sesi acara malam pembukaan Festival Film Indonesia 2016 di Kairo, Mesir, pada (21/11)│Foto: ppidunia.org

Malam waktu setempat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kairo bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI-Mesir) menggelar “Grand Opening Festival Film Indonesia” di Ramses Hilton Ballroom, Kairo, Mesir, pada (21/11).

Acara ini merupakan pembukaan gelaran FFI 2016 yang diselenggarakan dari 21 hingga 25 November. Pada malam pembukaan itu, Indonesia mempersembahkan trailer 8 judul film laris Tanah Air, seperti Aisyah; Biarkan Kami Bersaudara (film pembuka), Battle of Surabaya, Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Ada Surga di Rumahmu, Ketika Cinta Bertasbih, Jihad Selfie, Filosofi Kopi, dan Soekarno.

Saat pemutarannya, film-film tersebut disaksikan oleh beberapa tamu penting, yaitu Menteri Kebudayaan Mesir, Helmy Namnam, perwakilan duta besar, dan korps diplomatik negara-negara sahabat. Selain itu, juga hadir media-media setempat,  perwakilan organisasi atau perkumpulan Masisir, penulis buku asal Indonesia, Habiburrahman Shirazi, serta sejumlah warga Mesir yang merupakan Friends of Indonesia.

Film Indonesia pun mendapat apresiasi positif dari para penonton. Tak heran, film bertemakan nasionalisme dan kehidupan beragama di Indonesia tersebut memang dinilai sangat menarik bagi warga Mesir. Ditambah pula, latar belakang beberapa adegan yang menunjukkan keanekaragaman Indonesia dari sisi budaya dan alamnya.

 

whatsapp-image-2016-11-23-at-07-29-22
Tujuh mahasiswa Indonesia di Mesir atau Masisir menampilkan tari Zapin│Foto: ppidunia.org

Di sela-sela acara, terdapat pertunjukkan tujuh mahasiswa Masisir yang menampilkan tarian tradisional asal Riau, yaitu tari Zapin. Tak ayal, persembahan mereka pun semakin menambah nilai kebudayaan pada malam tersebut.

Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy menyatakan bahwa tema-tema dalam acara ini, khususnya film yang dipilih bertujuan untuk memberikan semangat patriotisme, pantang menyerah, kesetiakawanan, pendidikan, kewirausahaan, kemanusiaan, dan toleransi baik kepada warga Mesir maupun Warga Negara Indonesia (WNI) sendiri.

Ia menambahkan, acara ini sejalan dengan misi KBRI selaku perwakilan negara untuk mengenalkan keanekaragaman dan pencapaian yang telah diraih Indonesia dalam hal budaya, alam, dan industri di Mesir.

Di samping itu, bagi sebagian WNI yang hadir, acara ini juga dijadikan sebagai sarana pelepas rindu. Salah satunya menurut mahasiswa Indonesia di Mesir, Ikhwan Septian.

“Banyak manfaatnya, selain untuk memperkenalkan perfilman Indonesia yang berkualitas kepada warga Mesir, juga sebagai pelepas rindu akan suasana nonton bersama warga Indonesia,” ujar mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar tersebut.

Selama 5 hari berturut-turut, FFI 2016 ini diselenggarakan secara “maraton” di sejumlah lokasi kota Kairo, Mesir. Di antaranya, Auditorium Sholah Kamil Hay Sadis, Fustat Hall Azhar Conference Center, Indonesian Cultural Center Cairo, dan Bioskop Wonderland.

Sumber: PPI Dunia

The post Malam Pembukaan Festival Film Indonesia Di Kairo appeared first on Kabar Diaspora.